Buah Carica

Ini Dia Buah Tangan Khas Dieng

Jalan-jalan ke suatu tempat akan terasa tidak lengkap tanpa membawa sesuatu sebagai buah tangan untuk kerabat, teman atau keluarga di rumah. Lalu jika traveling ke dataran tinggi Dieng, apa yang bisa dijadikan oleh-oleh?

Ada beberapa oleh-oleh yang sangat khas Dieng. Sebab hanya dari daerah ini saja oleh-oleh itu didapatkan. Meski rata-rata berupa makanan ataupun cemilan, namun semuanya telah dikemas dengan baik sehingga tidak menyulitkan ketika dibawa atau dimasukan dalam tas. Berikut adalah beberapa produk yang dapat dijadikan buah tangan.

Carica Atau Pepaya Dieng

Carica

Carica merupakan tanaman keluarga pepaya. Di Dieng, tanaman ini dibudidayakan secara luas sehingga dikenal dengan nama pepaya Dieng. Namun buah ini tidak dapat dimakan langsung. Harus diolah terlebih dahulu agar bisa menikmati kelezatannya.

Di Dieng, buah carica telah lama diolah menjadi beberapa jenis makanan, yaitu manisan, sirup, keripik hingga dodol. Namun yang paling populer adalah manisan dan sirup carica. Rasa sirup dan manisan carica sangat khas dan legit. Untuk mendapatkannya mudah. Banyak toko yang menjual manisan dan sirup carica dengan harga terjangkau.

Purwoceng

Purwoceng

Ini merupakan tanaman yang sangat terkenal. Penduduk Dieng mengolah tanaman ini dan mencampurnya menjadi berbaga jenis minuman, dari bentuk teh, kopi hingga jamu.

Purwoceng merupakan tanaman yang tumbuh di dataran tinggi. Dan Dieng sangat cocok untuk tumbuh. Karena itulah purwoceng merupakan tanaman khas Dieng.

Tanaman ini biasa digunakan sebagai jamu untuk membangkitkan stamina dan gairah pria. Sebab tanaman ini dikenal memiliki khasiat sebagai afrosidiak. Olahan purwoceng banyak dijual di berbagai toko dan telah dikemas dengan baik. Harganya? Lumayanlah, tapi sebanding dengan khasiatnya.

Keripik Jamur Dieng

Keripik Jamur

Dieng sejak lama dikenal sebagai sentra produsen jamur kancing atau jamur champignon. Di era tahun 70-an perusahaan jamur terbesar di sini bisa menghasilkan 50-100 ton jamur per tahun.

Tanaman ini memang subur di dataran tinggi. Masyarakat Dieng kemudian mengolah jamur menjadi kripik yang renyah dan gurih, dan populer sebagai oleh-oleh dari Dieng.

Kacang Dieng

Kacang Dieng

Kacang ini hanya tumbuh di dataran tinggi Dieng. Penduduk setempat menyebutnya sebagai kacang babi. Namun wisatawan mengenalnya sebagai kacang Dieng. Bentuk kacang ini memang berbeda. Mempunyai biji kacang besar dan melebar dengan bintik hitam di tengahnya.

Kacang Dieng diolah dengan cara digoreng. Untuk mendapatkan kacang khas ini cukup mudah, sebab hingga ke kota Wonosobo, banyak yang menjual kacang ini. Harganya juga terjangkau. Bagaimana dengan rasa? Percayalah, pecinta camilan kacang akan merekomendasikannya.

Dawet Ayu

Dawet Ayu

Kawasan dataran tinggi Dieng itu masuk dalam wilayah 2 kabupaten, yaitu Wonosobo dan Banjarnegara. Menyebut Banjarnegara, tidak akan lengkap tanpa membahas dawet ayu. Minuman ini memang sangat melegenda kelezatannya.

Dawet ayu adalah minuman dengan cendol yang terbuat dari tepung beras, santan dan gula kelapa. Campuran yang khas ini memberikan citarasa lezat yang tidak terdapat pada minuman dawet yang berasal dari daerah lain. Meskipun kadang saya temui dawet ayu juga dijajakan di luar Banjarnegara, percayalah, rasa yang asli di Banjarnegara jauh lebih enak.

Berbeda dengan makanan di atas, daewet ayu tidak direkomendasikan untuk dibawa sebagai oleh-oleh. Sebab dawet ini dibuat tanpa pengawet sehingga dalam waktu sehari saja sudah rusak. Karena itu, jika ingin menikmati dawet ini, ya minum saja di tempat. Oke…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *